Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juli 2016

SAYA, RUDY, DAN ILONA

0

: REVIEW FILM RUDI HABIBIE (HABIBIE & AINUN 2)

Catatan:
  1. Tulisan ini mengandung spoiler. Bagi anda yang kurang suka, harap segera menutup laman ini.
  2. Tulisan ini, mungkin, cenderung membandingkan antara Film Rudi Habibie dengan Film Habibie & Ainun.
  3. Tulisan ini sekadar review. Saya tidak menganggapnya sebagai tulisan kritik film karena saya bukan bidangnya dan hanya bermodalkan film sekali simak di bioskop.

Sebenarnya, kurang tepat jika film Rudi Habibie ini dikatakan sequel atau prequel karena ada sense yang berbeda jika dibanding Habibie & Ainun. Selain Reza Rahardian, saya pikir semua pemainnya baru. Cara bercerita pun berbeda.
Secara umum, Film Habibie & Ainun mengambil fokus cerita kisah kehidupan BJ Habibie dengan Ainun dari mulai masa remaja hingga cinta mereka disekat maut. Sementara, Film Rudi Habibie bercerita tentang perjuangan BJ Habibie ketika menempuh pendidikan di Jerman. Film Rudi Habibie juga disisipi kisah lugu Rudi kecil dan keluarganya.
Aduh, saya mesti jujur, konflik yang disuguhkan dalam Habibie & Ainun kurang kuat. Hanya beberapa bongkah batu yang berhasil dilempar ke ulu hati saya. (Oke-oke. Ini tulisan tentang Film Rudi Habibie. Jadi, saya harus memperbanyak porsinya).

Selasa, 13 Maret 2012

GITARIS-GITARIS HEBAT BERKUMPUL DI PUSDA BANTEN

0

Gerakan 1000 Gitar Untuk Anak Indonesia
GITARIS-GITARIS HEBAT BERKUMPUL DI PUSDA BANTEN


Serang – Dalam rangka menyukseskan Gerakan 1000 Gitar untuk Anak Indonesia, gitaris-gitaris papan atas Indonesia berkumpul di Perpustakaan Daerah Provinsi Banten yang terletak di lingkungan terminal Pakupatan, Selasa siang (13/3). Diantaranya yang hadir ada Dewa Bujana (Gigi), Stevi (Andra and The Backbone), Baron (Baron Soulmate, dan ex Gigi), John Paul Ivan (Boomerang),

Sabtu, 03 Maret 2012

ASIKNYA WISATA BUKU KE KOMPAS GRAMEDIA FAIR 2012

0


Belanja Buku Murah, Bertemu Sohibul Menara, dan Backpackeran ke Bali
ASIKNYA WISATA BUKU KE KOMPAS GRAMEDIA FAIR 2012

Kompas Gramedia Fair
Jakarta – Rabu, tanggal 3 Maret 2012, merupakan hari terbaik sepanjang awal tahun 2012. Hari yang awalnya saya anggap biasa-biasa saja, namun berubah menjadi hari yang indah. Yah, hari itu Rumah Dunia mengadakan Wisata Buku ke Kompas Gramedia Fair 2012, di Tenis Indoor Istora Senayan, Jakarta Pusat. Seluruh peserta kelas menulis Rumah Dunia angkatan ke-19, alumni kelas menulis dan para relawan diajak untuk memeriahkan pekan raya yang diadakan Gramedia tersebut. Kami berangkat pukul 10.40 WIB dari Rumah Dunia di Kompleks Hegar Alam, Ciloang, Serang.


Buku Serba Murah

Belanja Euy
Suasana Kompas Gramedia Fair
Awalnya saya hanya berniat untuk sekadar traveling untuk mengobati stres setelah berminggu-minggu dibebani oleh urusan kuliah dan organisasi, namun setelah menapakkan kaki di pelataran Tenis Indoor Senayan, saya merasakan kemeriahan yang baru pertama kali saya rasakan. Aroma buku langsung menggelitik hidung saat kami memasuki pintu masuk. Lalu,

Rabu, 29 Februari 2012

Menilik Penjual Gorengan di Musim Hujan.

0


Hujan masih mengguyur bumi Serang meski kalender Masehi telah menunjukkan tanggal 26 Februari. Kedinginan menyelimuti warga yang hiruk pikuk di sekitar area Alun-alun Barat Kota Serang. Dari kejauhan nampak bergumul beberapa orang di sebuah gerobag usang. Di gerobag tua tersebut terlihat pak Marno tengah sibuk membolik-balik molen yang ia cemplungkan ke dalam kawah minyak di wajan yang telah sedikit hitam. Warga desa Sepang, Kecamatan taktakan, Kota Serang tersebut telah berjualan gorengan sejak tahun 1985. Dari gerobag usang itu ia harus menghidupi istri dan empat anaknya yang masih bersekolah serta membayar kontrakan karena hingga sekarang ia belum mampu membangun wisma untuk keluarganya. Pria kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah, 40 tahun silam tersebut biasa mendorong gerobagnya di wilayah patung dan Alun-alun Kota Serang. "Biasanya di Patung, tapi kalo hari Minggu atawa hari besar mah di sini (Alun-alun)." Tuturnya. Saat ditanya omset penjualan, ia tidak menjelaskan dengan detil. "Gak nentu. Tapi kalo ujan gini mah Alhamdulillah degean dikit." Tuturnya. Marno adalah segelintir orang yang mendapat penghasilan lebih karena hujan. Kita semestinya bersyukur kepada Tuhan akan rizki yang diberikan terhadap kita, dan hujan merupakan salah satunya. Fajar

Sabtu, 18 Februari 2012

Malam Tumpah Kata (perang puisi Marta Sinaga VS Free Hearty)

0

Malam telah membalut bumi Banten saat Suryatati A. Manan yang merupakan walikota Pangkal Pinang, Kepulauan Riau membacakan pantun-pantun sindiran terhadap kondisi negeri yang semrawut. Sabtu (18/2) itu Suryatati menuruti ajakan Sahabatnya Penyair Marta Sinaga untuk hadir dalam Perang Puisi yang diadakan oleh Rumah Dunia Serang, Banten. Acarayang dimoderatori oleh Handoko tersebut juga mendatangkan Penyair Wanita DR. Free Hearty sebagai pembicara dengan tema "Mengapa Harus menulis". DR. Free Hearty atau yang biasa dipanggil Bundo mengungkapkan bahwa dalam menulis seseorang memiliki beberapa motif dalam menulis. "Ada yang menulis karena ingin karyanya dilihat orang, ada pula yang menulis hanya sebagai kebutuhan pribadi" Tukasnya. Reni Erina, managing editor majalah Story juga diberi kesempatan berbicara oleh moderator. Dalam kesempatan itu Bunda Erin (panggilan akrabnya) mengatakan bahwa untuk karya yang hendak dikirimkan ke media massa perlu memerhatikan genre karya dari media massa tersebut. "Sedikitnya kamu perlu membaca tiga edisi media massa tersebut sebelum mengirimkan karya kamu" Ungkapnya. acara tersebut diakhiri dengan pembacaan puisi dan pantun dari Marta Sinaga, DR. Free Hearty, Toto St. Radik dan juga para simpatisan dan relawan Rumah Dunia seperti Rahmat Heldi dan lain-lain.